Sah! Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban Berubah Nama Menjadi Kantor Imigrasi Bintan

BINTAN 29 Sep 2026 15:14 • 3 min read • 51 views • By Samsul
Sah! Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban Berubah Nama Menjadi Kantor Imigrasi Bintan
Sejumlah pekerja terlihat mengganti tulisan TANJUNGUBAN menjadi BINTAN sehingga kini nama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban menjadi Kantor Imigrasi Bintan.

Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN —  Sah! Akhirnya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban resmi berubah nama menjadi Kantor Imigrasi Bintan. Dengan perubahan ini maka wilayah kerja yang semula hanya terdiri dari tiga kecamatan maka menjadi tujuh kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bintan Adi Hari Pianto pada saat pertemuan rutin Ngobrol Perihal Imigrasi Bareng Teman Media (Ngopi Bang Tedi) bersama insan pers yang digelar Selasa (29/9/2026).

"Berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor M.IP-30.OT.01.03 Tahun 2026 tentang Kantor Imigrasi di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, maka kita sudah sah menjadi Kantor Imigrasi Bintan,” kata Adi Hari Pianto didampingi Kasubsi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Bintan, Yohana K Sumartono.

Menurut Adi, dengan bergantinya nama instansinya menjadi Kantor Imigrasi Bintan maka wilayah kerja mereka turut mengalami penambahan. Dari yang semulanya tiga kecamatan terdiri dari Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Kecamatan Teluk Sebong kini ditambah dengan Kecamatan Teluk Bintan, Mantang, Bintan Pesisir dan Kecamatan Tambelan.

Baca juga: Peringatan 100 Tahun Sembahyang Keselamatan Vihara Dharma Santi Tanjunguban

Perubahan nomenklatur ini, lanjut Adi Hari Pianto, bukan sekadar pergantian identitas. Melainkan momentum untuk memperkuat eksistensi dan peran keimigrasian dalam melayani masyarakat di wilayah Kabupaten Bintan. 

Adi mengatakan, ke depan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan tujuh pemerintah kecamatan di Kabupaten Bintan untuk membahas teknis pelayanan pengurusan paspor, sekaligus pengawasan orang asing melalui Timpora.

Kemudian, berkoordinasi dengan Bupati Bintan terkait rencana penyediaan lahan untuk pembangunan pos layanan Imigrasi di daerah pulau. Dari sisi pengawasan, Kantor Imigrasi Bintan akan melakukan peremajaan dua unit kapal untuk layanan EAZY passport. "Kapal yang ada sekarang, pengadaan tahun 2002," ungkap Adi.

Terkait capaian terbaru, Kantor Imigrasi Kelas II Bintan berhasil meraih Penghargaan Pengelolaan dan Pelaporan Alat Laboratorium Forensik Dokumen Keimigrasian Terbaik sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Pemeriksaan Dokumen Forensik Terbanyak ke-3 untuk periode Oktober 2025 - Agustus 2026, dengan total laporan sebanyak 630 dokumen.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo pada acara Kegiatan Diseminasi Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian Tahun Anggaran 2026 di Grand Aston Puncak Hotel & Resort, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/9).

Capaian lainnya yang memiliki nilai tidak kalah penting adalah penerimaan peserta MagangHub berkebutuhan khusus (disabilitas) di lingkungan kantor. Program ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk belajar, berkembang, serta memperoleh pengalaman di dunia kerja.

Baca juga: Angin Utara dan Selatan, Jadi Alasan Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban Bantu Masyarakat

“Tenaga kerja magang disabilitas di kantor kita ini, kinerjanya sangat baik. Tidak kalah dengan pegawai yang normal. Ini kebanggaan tersendiri bagi kita,” tutur Adi terdengar bahagia.

Ngopi Bang Tedi ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai ajang silaturahmi, melainkan sebagai ruang komunikasi untuk berdiskusi, bertukar informasi, sekaligus menyampaikan berbagai perkembangan keimigrasian yang berkaitan langsung dengan masyarakat, dalam suasana yang lebih santai namun tetap substantif.

“Kehadiran rekan-rekan media bukan hanya menjadi bentuk dukungan, tetapi juga mencerminkan terjalinnya hubungan yang baik antara Imigrasi dan media dalam menyampaikan informasi secara akurat, jelas, dan mudah dipahami. Forum seperti ini kami harapkan menjadi ruang untuk mendengarkan langsung pandangan dan masukan dari rekan media, yang tentunya lebih dekat dengan masyarakat,” imbuh Adi.(sam)

Chat with us on WhatsApp