Update Preservasi Jalan Dan Jembatan Nasional Lintas Barat

Ekonomi 11 May 2026 20:55 2 min read 51 views By Samsul

Share berita ini

Update Preservasi Jalan Dan Jembatan Nasional Lintas Barat
Sejumlah alat berat terlihat sedang merapikan badan jalan yang akan dijadikan tanjakan menuju jembatan di sekitar Sungai Ekang. Berdasarkan informasi dari pelang proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT. Bianglala Karya Utama dengan nilai pekerjaan Rp 22 miliar lebih.(Samsul)

Koran Bintan.com | TANJUNG UBAN — Sampai hari ini kegiatan preservasi jalan dan jembatan atau kegiatan penanganan jalan berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap optimal dan umur layanan yang ditetapkan dapat tercapai di jalan Lintas Barat Kabupaten Bintan masih terus berlangsung.

 

Dari pantauan wartawan koranbintan.com pada Senin (11/5/2026), sejumlah ruas jalan yang berdekatan dengan jembatan ditutup menggunakan spandek berwarna biru. Seperti di jembatan diatas Sungai Ekang berdekatan dengan rumah makan seafood Family, pekerjaan prevasi sedang berlangsung menggunakan sejumlah 2 unit alat berat jenis excavator dan Road Roller atau mesin penggilas jalan.

 

 

Lereng jalan dari arah Tanjungpinang terlihat dikeruk sehingga terlihat dinding cor-coran semen setinggi lebih dari 2 meter. Sementara itu pekerjaan preservasi juga terlihat di jembatan ketiga yang berada tidak jauh dari De Bintan Villa.      

 

 

Lereng jalan dari arah Tanjungpinang terlihat dikeruk sehingga terlihat dinding cor-coran semen setinggi lebih dari 2 meter. Sementara itu pekerjaan preservasi juga terlihat di jembatan ketiga yang berada tidak jauh dari De Bintan Villa.      

 

Aping, warga Belak, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan yang ditemui tidak jauh dari lokasi pekerjaan kepada koranbintan.com mengatakan, pekerjaan pengerukan lereng atau tanjakan jalan di jembatan ketiga baru dimulai beberapa hari lalu. 

 

"Kamis (7/5/2026) sampai petang kemarin masih bisa dilalui dari Belak menuju Tanjungpinang," ungkap Aping. Namun sejak Sabtu (9/5/2026), sejumlah pekerja mulai memasang pembatas jalan berwarna oranye (water barrier) diujung jalan jembatan.

 

Terkait kegiatan berskala nasional ini, Aping berharap agar dapat dikerjakan secepat mungkin mengingat masyarakat sangat membutuhkan keberadaan jembatan tersebut guna mempersingkat jarak tempuh ke ibukota Provinsi Kepulauan Riau atau ke Tanjunguban untuk menuju Kota Batam.

 

"Terasa betul letihnya kalau lewat jalan lama. Sudahlah jarak tempuh menjadi lama, konsumsi BBM juga boros sekali," tandas Aping.(sam)

 

>>