Akademisi Bangga Kapolda Kepri Lestarikan Adat Melayu Makan Berhidang

KEPRINESIA 25 Jun 2026 18:39 3 min read 21 views By Azwardi
Akademisi Bangga Kapolda Kepri Lestarikan Adat Melayu Makan Berhidang
Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin didampingi Ketua Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Huzrin Hood dan Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan serta Ustad Abdul Somad (UAS) menikmati makan berhidang yang digelar di Mapolda Kepri.

Koran Bintan.com | BATAM — Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau menghadirkan nuansa yang berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui penyelenggaraan Kenduri Kebangsaan di Gedung Lancang Kuning, Nongsa, Batam, Kamis (25/6/2026). 

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, Polda menampilkan kekayaan budaya Melayu melalui tradisi makan berhidang serta pembacaan Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji secara lengkap, mulai dari Pasal 1 hingga Pasal 12. 

Tradisi makan berhidang yang telah lama menjadi simbol kebersamaan masyarakat Melayu dipadukan dengan pembacaan Gurindam Dua Belas, sehingga menciptakan suasana yang sarat makna. Nilai-nilai budaya, etika, dan kebangsaan berpadu dalam satu ruang yang memperlihatkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan semangat persatuan.

Founder dan Executive Director Raja Ali Haji Research Network (RAHRN), Datuk Dr. Hos Arie Sibarani, menilai langkah Polda Kepulauan Riau tersebut merupakan pendekatan yang sangat strategis dalam membangun kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat melalui kearifan lokal.

"Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ketika Gurindam Dua Belas dibacakan secara utuh dari Pasal 1 sampai Pasal 12, sesungguhnya yang dihidupkan adalah nilai-nilai moral, etika kepemimpinan, tanggung jawab, dan kehidupan bermasyarakat yang diwariskan Raja Ali Haji. Nilai-nilai tersebut tetap relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini," kata Hos Sibarani.

Menurut Bendahara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Kepri ini, Gurindam Dua Belas bukan hanya karya sastra Melayu, melainkan juga pedoman etika yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta tanggung jawab seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

Hos Sibarani juga mengapresiasi dipilihnya tradisi makan berhidang dalam Kenduri Kebangsaan. Menurutnya, tradisi tersebut mengandung filosofi kesetaraan, kebersamaan, dan musyawarah, karena seluruh peserta duduk bersama tanpa membedakan status sosial.

"Makan berhidang mengajarkan bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama dalam sebuah kebersamaan. Sementara Gurindam Dua Belas mengajarkan bagaimana setiap orang menjalankan amanahnya dengan akhlak yang baik. Ketika kedua tradisi ini dipertemukan dalam kegiatan kepolisian, lahirlah pesan bahwa keamanan bukan hanya dibangun dengan penegakan hukum, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai budaya," katanya lagi.

Penulis buku dengan judul Kepemimpinan Transformasional yang diterbitkan Global Aksara Pers ini berharap, kegiatan seperti yang dilakukan Polda Kepri kiranya dapat menjadi contoh bagi berbagai institusi pemerintah di Indonesia. Dalam memanfaatkan warisan budaya lokal sebagai media pendidikan karakter dan penguatan identitas kebangsaan.

"Kepulauan Riau memiliki kekayaan intelektual yang luar biasa melalui pemikiran Raja Ali Haji. Warisan ini layak terus dihidupkan dalam ruang-ruang publik agar generasi muda memahami bahwa nilai-nilai kebangsaan Indonesia juga tumbuh dari khazanah intelektual Melayu," katanya mengakhiri.

Rangkaian HUT Bhayangkara

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kepulauan Riau menggelar berbagai kegiatan. Mulai dari kegiatan Bakti Religi di Maha Vihara Duta Maitreyawira dan Gereja Kristus Ramami (GKRI) Sahabat Allah di Batam.

Kemudian, Bakti Kesehatan dan Bantuan Sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, pemeriksaan dokter spesialis, pemeriksaan dokter umum, pelayanan keluarga berencana (KB), operasi katarak, operasi bibir sumbing, serta donor darah.

Ada juga Lomba Padel, Nonton Bareng Piala Dunia, Lomba Menambak atau Shooting Competition Kapolda Kepri Cup 2026. Terbaru, Polda Kepri melaksanakan acara Tabligh Akbar dengan mengundang Ustadz Abdul Somad (UAS) yang diselenggarakan di halaman Mapolda Kepri, Nongsa, Batam.

Tim Ustad Abdul Somad (UAS) berfoto bersama sejumlah akademisi di Mapolda Kepri

Tim Ustad Abdul Somad (UAS) berfoto bersama sejumlah akademisi di Kota Batam.

 

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel Polda Kepri untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Tradisi ini merupakan bagian dari warisan nilai-nilai Kepolisian Negara Republik Indonesia yang secara rutin dilaksanakan menjelang peringatan Hari Bhayangkara.(azw)

Chat with us on WhatsApp